Senyuman itu suatu sedekah Adakalanya satu sindiran. Biarlah Senyuman semanis bicara

Share :

YUDANNEWS.com. Seringkali kita temui berbagai macam senyuman baik dari orang teman sampai orang yang dianggap dekat terpancar dan terukir biarpun jiwannya menangis.

Kita tak pernah tau apa isi hati orang lain, kita pun tak bisa menrka-nerka sebagai acuan menilai seseorang. Biarlah secantik bidadari andai itu keluhuran dirimu.

Biarlah dan pertahankanlah seiring rasa gelora yang tak pernah melanda. Abaikan dan teruskan selagi buat bahagia minimal tidak merugikan orang lain.

Kadang kala tanpa kita sadari kita membayangkan semanis bicara walau sebaris cuma. Tak terungkap lagi dengan kata-kata luhur karena kau tahu maksudnya.

Senyumlah penuh tulus setulus hati nuranimu. Yang datang dari dalam hati bukan bisikan sinis.

Penuh suci dan murni semurni peribadi. Buat santapan nurani naluri inspirasi. Bina budi pekerti teragung bak dilindungi lembayung.

Usah biarkan senyuman mengiris setia perasaan. Berpalit kehikpokritan itu bukan pilihan.

Penuh kepalsuan memamah diri binasa jatidiri sendiri. Bernada sindiran penuh kepalsuan. So Past itui tanpa keikhlasan dan tanpa kejujuran.

Kerana senyuman tiada paksaan. Hidupmu seindah matahari yang memancarkan sinarnya.

Senyuman itu bukankah suatu sedekah? Adakalanya satu sindiran.

Ya... benar… Bagi mereka yang alpa. Yg mau mengerti apa itu senyuman Tidak pada sindiran. Bagi mereka yang sangsi hanyut dalam duniawi.

Ukirlah senyuman yang paling manis kerana selain sedekah, senyuman itu ibarat lukisan rahsia hati… Senyuman itu tidak menyakitkan tapi menjadi penawar hati yang sakit..”

Mampukah kita senyum atau ketawa walaupun sedang dalam kesedihan? Tentu sukar rasanya untuk berbuat demikian. Jika kita mampu , tentu ada orang di sekeliling akan mengganggap anda seorang yang "superperson"..



ARTIKEL TERKAIT :


ARTIKEL TERBARU :



      ARTIKEL POPULER :

        komentar