Gaya Hidup Penuh Scenario Bak Drama Korea Antara Pengorbanan, Ketulusan, Intimidasi dan Kebohongan

Share :

YUDANNEWS.com. Era telah berubah dimana Dijaman Now ini percintaan di kalangan kaum muda begitu banyak scenario yang dibangun di dalamnya entah itu bentuk cinta, ketulusan, pengorbanan, dan kebohongan hampir susah untuk di bedakan mirip drama yang mendayu dayu. Berbicara tentang kesetiaan dalam berhubungan atau ikatan menjalin kasih menjadi sesuatu yang susah di capai karena factor eksternal yang sering mempengaruhinya.

Tak sedikit mereka bersandiwara dengan dirinya sendiri mereka menjadi pengagum syahwat bagi obsesinya, kenapa kita mencintai seseorang hanya melihat dari segi pisik dan materi. Dua sub ini menjadi akar kita untuk menyukai seseorang. Bohong sekali jika kedua sub ini tidak menjadi landasan untuk mencitai seseorang, kita terpaku dan tak pernah bisa melepaskan diri dari dua unsur ini.

Berpikirlah dalam hal percintaan ini kita melepas kedua unsur ini mungkin cinta itu tidak akan berujung pada rasa sakit dan pedih. Kegalauan dalam percintaan selalu terjadi disaat dua insan telah tergoda oleh factor internal yang menutup akal sehat dan mengingkari janji yang telah dibangun diatas cinta.



Kadang senang kadang muncul juga kegalauan yang diakibatkan kegelisahan karena dosa yang kita perbuat secara sadar kita melakukannya dan kita mencoba untuk melakukannya. Yang artinya terkadang kita suka mengobral janji kepada seseorang yang kita cintai, merangkai kata yang penuh kebohongan hanya untuk membuat dia bahagia lewat angan, membawa dia terlena dalam imajinasi dan fantasi yang begitu luar bisa, nah apakah ini yang dinamakan ketulusan??

Entahlah atau ini adalah sebuah alur yang kita buat untuk menyakitinya di ujung cerita. Sungguh keliru permainan cinta ini selalu dilakukan dalam realitas cinta dua insan yang selalu mengedepankan nafsu.


Sudah lazim sebagai manusia selalu haus akan kasih sayang, ketika dia tidak mendapatkan dari yang dia telah punya dia akan mencari pelarian ketika imajinasi yang ada dalam alam idea tidak terpenuhi karena dirinya di kendalikan oleh nafsu yang biasa saya sebut itu adalah ego, mereka selalu ingin mendapatkan yang sempurna namun tidak ada kesadaran dalam dirinya apakah dia telah menjadi sosok ideal dimata pasangannya sesuai dengan alam ideanya.

Kita selalu menuntut pada pasangan kita namun kita tidak pernah ingin menuntut diri kita sendiri untuk mengikuti arah pasangan kita. Yang dibentuk dalam hubungan cinta adalah kepatuhan dan ke-egoan, tidak ada yang namanya ketulusan karena cintanya dilandsakan pada kegoisan, mana mungkin kebahgiaan akan terbangun di atas kebohongan, pendustaan dan intimidasi dari satu pihak.


Memang seharusnya kita sadari ketika kita menuntut secara tidak sadar kita telah menyakitinya secara perlahan, melepas indentias dirinya karena dia harus mengikuti apa yang kita inginkan. Ketika hal ini terus berjalan dan dilakukan oleh kita mereka yang kita cintai akan melepas indentitas sebagai dirinya dan mereka hanya menjadi indentitas bagi obsesi kita.

Bahkan identitas bagi alam idea kita, indentitas bagi kegoisan kita maka jangan heran ketika itu terjadi rasa sakit itu akan menjelma menjadi suatu amarah yang tak terbendung dan susah dikontrol oleh akal sehat karena identitas daam diri mereka sudah tercerabut dan hilang karena prilaku kita sendiri.

Apakah ini yang disebut aku mencintaimu apa adanya, dan menerima semua kekurangannmu?? Semua itu bohong, semua itu absurd karena ketika kita memilikinya kita akan merubah identitas dirnya. Apakah ini yang dinamakan ketulusan?? Cinta?? Pengorbanan?.

Bukan bukan itu menurutku.. ketulusan itu tidak ada kebohongan dan ke-egoan dalam diri kita untuk membuat pasangan kita bahagia, cinta itu bukanlah pamrih bukan juga feedback namun cinta itu tidak mengenal semua itu karena cinta adalah suatu kemurnia yang tidak terkontraminasi oleh feedback, ego, kebohongan apalagi sebuah kemunafikan. 

Pengorbanan bukan harus melepas indentitas diri kita namun melengkapi indentitas diri kita menuju kesempurnaan karna pengorbanan adalah suatu usaha untuk membahagiakan pasangan kita menuju kata bahagia. 


Konsepsi kesempurnaan itu akan terbangun jika kedua insan secara sadar mencintai, menyangi dan dibarengi dengan ketulusan juga pengrobanan karena manusia itu mempunyai sifat menyempurna ingat itu menyempurna bukan sempurna.

Proses menuju kesempurnaan dalam memadu kasih atau menytukan rasa dalam hati yang berbeda karena pisik yang terpisah disinih ditentakan penyatuan batin (qalbu/hati) yang di sebut kerendahan hati dan kesadaran. Itulah cinta yang begitu murni dan dalam prosesnya akal sehat kita harus lebih unggul dari nafsu.



ARTIKEL TERKAIT :


ARTIKEL TERBARU :



      ARTIKEL POPULER :

        komentar