Mengisi kemerdekaan Indonesia ke 76 dan ditahun ke dua di Masa pandemi Covid-19. Untuk kali ini masih saja berlangsung dan belum terlihat akan berakhir. Pemberlakuan PPKM sampai level 4 masih dijalankan. Begitu juga proses belajar mengajar masih secara daring.
Seorang anak perempuan bernama Sella sedang duduk termenung di teras rumah. Dea sahabat Sella menghampiri Dea yang sedang melamun sejak tadi pagi.
“Hai Sella” ucap Dea yang membuat Sella terkejut mendengar nya.
Seorang anak perempuan bernama Sella sedang duduk termenung di teras rumah. Dea sahabat Sella menghampiri Dea yang sedang melamun sejak tadi pagi.
“Hai Sella” ucap Dea yang membuat Sella terkejut mendengar nya.
“Hai juga” jawab Sella dengan terkejut.
“Apa yang sedang kamu pikirkan? dari tadi aku lihat kamu seperti memikirkan sesuatu deh, hayo lagi mikirin apa?” tanya Dea.
“Ada sih ,aku sedang memikirkan perjuangan pahlawan kemerdekaan Indonesia. Kan perjuangan menuju kemerdekaan itu gak mudah, tapi banyak yang tidak menghargai jasa mereka” kata Sella.
Baca juga : Galau saat putus cinta di masa pandemi itu lebih menyiksa
“Iya juga sih, bagaimana kalau kita menasehati teman-teman supaya lebih menghormati jasa-jasa pahlawan kita” saran Dea.“
Tapi,aku takut mereka tidak mau mendengarkan nasehat kita” kata Sella.
Baca juga : Galau saat putus cinta di masa pandemi itu lebih menyiksa
“Iya juga sih, bagaimana kalau kita menasehati teman-teman supaya lebih menghormati jasa-jasa pahlawan kita” saran Dea.“
Tapi,aku takut mereka tidak mau mendengarkan nasehat kita” kata Sella.
“Sella sahabat ku, kita kan belum tau hasil nya kalau belum mencoba kan?” jawab Dea dengan sabar menjelaskan.
“Ya udah, kita coba ya Sella” kata Dea sambil menyetujui saran dari Dea.
“Ya udah, kita coba ya Sella” kata Dea sambil menyetujui saran dari Dea.
“Nah gitu dong ,itu baru sahabat Dea” ucap Dea sambil tersenyum pada Selal.
Baca juga : Harus tegas dengan pilihannya
Baca juga : Harus tegas dengan pilihannya
Akhirnya mereka mencoba menasehati teman teman, tapi teman-teman mereka tidak mendengarkan nasehat mereka. Mereka lebih fokus ke media sosial. Tiba-tiba ide terlintas di kepala Sella. Sella mengutarakan idenya kepada Dwa.
“Dea ,bagaimana kalau kita buat media sosial juga” kata Sella.
“Yah..semangat Sella kurang deh untuk nasehatin teman-teman” ucap Dwa dengan sedih.
“Jangan su’udhon deh! kan aku baru mau kasih saran, Dea sahabat ku” kata Sella sambil tersenyum.
Dea yang baru berprasangka buruk kepada Sella pun mulai beristighfar dan mulai melemparkan senyum kepada Dea. Dea sangat yakin kepada Sella bahwa dia bisa menemukan solusi yang lebih cemerlang. Walaupun Dea sempat suudhon kepada Sella.
“Jadi apa rencana mu wahai Sella?” tanya Dea.
“Yah..semangat Sella kurang deh untuk nasehatin teman-teman” ucap Dwa dengan sedih.
“Jangan su’udhon deh! kan aku baru mau kasih saran, Dea sahabat ku” kata Sella sambil tersenyum.
Dea yang baru berprasangka buruk kepada Sella pun mulai beristighfar dan mulai melemparkan senyum kepada Dea. Dea sangat yakin kepada Sella bahwa dia bisa menemukan solusi yang lebih cemerlang. Walaupun Dea sempat suudhon kepada Sella.
“Jadi apa rencana mu wahai Sella?” tanya Dea.
“Begini kita buat akun instagram untuk kita berdua, kan teman teman pada liat instagram semua kan? terus caption-nya itu tentang perjuangan pahlawan, gimana Dea?” saran Sella mengutarakan idenya.
“Ok, tapi nanti kalau gak berhasil gimana?” tanya Dea lagi.
Baca juga : Cara mudah setop terima pesan whatsapp
“Sesuai dengan yang kamu bilang tadi sama aku. kan kita gak tau hasil nya jika belum mencoba iya gak?” jawab Sella “
Oiya aku lupa, hehehe” kata Dea sambil ketawa sama Sella.
Akhirnya jam masuk pelajaran daring pun tiba dan mereka belajar dengan perasaan yang gembira karena mereka telah menemukan solusinya hingga jam setengah dua belas siang. Karena hari ini hari Jumat sekolah Sella dan Dea hanya belajar sampai setengah dua belas siang saja.
Selesai belajar daring Sella.mengajak Dea ke kamarnya untuk merencanakan apa yang akan mereka buat di instagram. Umi Sella mengintip dari jendela dan melihat mereka sedang asyik sekali mengobrol. Umi pun menghampiri mereka yang sedang mengobrol.
“Wah kalian ngobrol apa sih? kok dari tadi umi lihat asyik sekali ngobrol nya” Tanya umi “Gini umi,
Swlla dan Dea itu mau membela negara lewat media sosial “ jawab Sella“ Maksudnya?” tanya umi lagi
Baca juga : Cetak kartu vaksin covid-19 ukuran ktp.
Akhirnya jam masuk pelajaran daring pun tiba dan mereka belajar dengan perasaan yang gembira karena mereka telah menemukan solusinya hingga jam setengah dua belas siang. Karena hari ini hari Jumat sekolah Sella dan Dea hanya belajar sampai setengah dua belas siang saja.
Selesai belajar daring Sella.mengajak Dea ke kamarnya untuk merencanakan apa yang akan mereka buat di instagram. Umi Sella mengintip dari jendela dan melihat mereka sedang asyik sekali mengobrol. Umi pun menghampiri mereka yang sedang mengobrol.
“Wah kalian ngobrol apa sih? kok dari tadi umi lihat asyik sekali ngobrol nya” Tanya umi “Gini umi,
Swlla dan Dea itu mau membela negara lewat media sosial “ jawab Sella“ Maksudnya?” tanya umi lagi
Baca juga : Cetak kartu vaksin covid-19 ukuran ktp.
“Sekarang banyak yang tidak menghargai jasa pahlawan kita. Jadi kami berniat menasehati mereka lewat instagram. Soalnya tadi kami menasehati mereka langsung tapi mereka tidak mendengarkan ,malah mereka lebih fokus ke media sosial seperti instagram .
Gitu deh umi cerita nya” kata Sella sambil menjelaskan kepada umi.
“Oh begitu…bagaimana kalau kalian buat instagram lewat akun instagram umi aja. Kan umi tidak perlu instagram lagi, jadi bisa kalian gunakan deh “ kata umi
“Oiya …kawan kawan Sella juga pada follow umi kan?” sahut Sella
Akhir nya Sella dan Dea pun mengganti nama akun umi Asiyah menjadi nama singkatan dari nama mereka berdua @SellaDea_(tapi itu gak beneran ya ...).
Setelah selesai mereka mulai mengupload video tentang perjuangan pahlawan kemerdekaan Indonesia dan caption-nya membuat teman-teman mereka tersentuh dan tersadar bahwa mereka tidak pernah menghargai jasa-jasa pahlawan.
Pada hari Selasa 17 Agustus, saat upacara peringatan Kemerdekaan RI yang ke 76 di tingkat Walikota secara virtual tidak ada lagi yang berbicara saat berlangsungnya virtual melihat perubahan teman-teman nya itu dan segera mengucapkan rasa syukur kepada Allah yang telah membuka hati teman-teman mereka. Setelah itu Dea mengancungkan jempol kepada Sella sebagai tanda bahwa rencana mereka telah berhasil.
“Oh begitu…bagaimana kalau kalian buat instagram lewat akun instagram umi aja. Kan umi tidak perlu instagram lagi, jadi bisa kalian gunakan deh “ kata umi
“Oiya …kawan kawan Sella juga pada follow umi kan?” sahut Sella
Akhir nya Sella dan Dea pun mengganti nama akun umi Asiyah menjadi nama singkatan dari nama mereka berdua @SellaDea_(tapi itu gak beneran ya ...).
Setelah selesai mereka mulai mengupload video tentang perjuangan pahlawan kemerdekaan Indonesia dan caption-nya membuat teman-teman mereka tersentuh dan tersadar bahwa mereka tidak pernah menghargai jasa-jasa pahlawan.
Pada hari Selasa 17 Agustus, saat upacara peringatan Kemerdekaan RI yang ke 76 di tingkat Walikota secara virtual tidak ada lagi yang berbicara saat berlangsungnya virtual melihat perubahan teman-teman nya itu dan segera mengucapkan rasa syukur kepada Allah yang telah membuka hati teman-teman mereka. Setelah itu Dea mengancungkan jempol kepada Sella sebagai tanda bahwa rencana mereka telah berhasil.

komentar