Rasa Tak Salah Diantara Satu Rasa

Share :

Aku menarik tubuhku lebih dekat lagi ke dalam dekapannya yang hangat. Semua ini cukup membuatku bahagia. Bisa merasakan tubuh Hary yang hangat saat ia memelukku erat di Senin malam. Semuanya sempurna malam ini sampai akhirnya Jon kembali muncul ke dalam pikiranku. Apa yang sedang ia lakukan sekarang? apa yang sedang ia pikirkan? apakah ia masih berharap bahwa aku akan kembali kepadanya? Apa ia masih berharap bahwa rasa yang telah mati ini akan kembali hidup? Ia pasti depresi sekali sekarang. Betapa bodohnya aku bisa menyakiti seseorang seperti dia yang jelas-jelas memberikan aku tempat terbaik dan ternyaman dihatinya. Dan aku meninggalkannya begitu saja dengan sejuta pisau yang kini sedang menyakitinya.

“Jon.” Bisik Hary sambil mengusap pelan rambutku.
“You read my mind.”
“Baby, I’m not Edward Cullen. I can’t read your mind. But your eyes told me so.” Ia berusaha menutupi suaranya yang lirih dengan mencobanya selembut mungkin. Tapi aku sudah mengetahuinya ia menyembunyikan sesuatu dariku. Ia juga tersakiti. Aku sudah menyakiti dua lelaki sekaligus. Dua lelaki yang sama-sama menyayangiku.

Baca juga : Penantian Jodoh Kekasih Halalku

“Dia pasti depresi sekali sekarang.” Aku hanya terdiam begitu menyadari apa yang telah aku ucapkan. Ini sama saja aku membuka topik baru yang menjurus pada Jon. Yang pasti akan menyakitinya.
“Ini semua salahku.”
“Tidak.” bantahku.
“Ya.”

Aku melepaskan tangannya yang melingkari pinggangku. Dan mengubah posisiku dengan duduk dihadapannya. Kini aku bisa melihat wajahnya yang tampan. 

Aku tersenyum ketika menyadari sekarang ia adalah milikku. Walau bayangan Jon masih terus menghantuiku. Ia menatapku bingung dengan matanya yang hangat. Matanya yang berwarna hitam pekat.

Baca juga : Galau saat putus cinta di masa pandemi itu lebih menyiksa

Halaman Selanjutnya :

  1 2 3

ARTIKEL TERKAIT :


ARTIKEL TERBARU :



      ARTIKEL POPULER :

        komentar